Asal Usul Ciputat Kawasan Bernilai Investasi Tinggi

Banyak yang masih belum tahu darimana asal usul Ciputat, kalau untuk jaman sekarang Ciputat sudah berubah menjadi sebuah kawasan yang berkembang dengan banyaknya perumahan bernilai investasi tinggi yang menjamur di sana.

 

Paradise Resort Ciputat

 

Rumah Idaman Bernuansa Resort

merupakan salah satu perumahan bernilai investasi yang tinggi karena di apit oleh kawasan elit Jakarta Selatan, seperti Fatmawati, TB Simatupang, Bintaro, Pondok Indah walaupun Ciputat ternyata sekarang sudah bergabung ke wilayah Tangerang Selatan, Banten.

 

Nama Ciputat berasal dari bahasa Sunda yg terdiri dari dua kosakata yaitu Ci dan Putat.
Ci atau cai artinya air, Putat itu nama pohon. Pohon putat yang banyak tumbuh dikawasan Ciputat dulu, yang sering dikonsumsi sebagai lalapan oleh masyarakat dijaman dulu kala. Dalam sejarahnya penduduk kawasan Ciputat terdiri dari berbagai etnis yaitu Sunda, Betawi, Arab dan Tiong Hoa. Pada masa kolonial Belanda,etnis Tiong Hoa adalah penguasa secara ekonomi kawasan Ciputat. Namun, saat Indonesia merdeka peran etnis china terus berkurang
digantikan oleh etnis Arab dan Betawi yang menguasai lahan lahan di kawasan itu.

Tuan Salim (seorang keturunan Arab) menjadi tuan tanah waktu itu yg kemudian menyumbangkan sebagian tanahnya untuk dibangun mushala yang kemudian berkembang menjadi Mesjid Agung Al Jihad yang kemudian menjadi tempat aktifitas utama kegiatan keagamaan di Ciputat. Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Ciputat itu sangat luas mencakup Rempoa, Pamulang, Cirendeu, Pondok Cabe, hampir ke Lebak Bulus.

Pada masa itu, kawasan Ciputat menjadi sumber utama penghasilan Belanda untuk memperoleh rempah2 dan hasil bumi lainnya dan waktu itu kawasan Ciputat masih disebut hutan belantara,dan kotanya adalah Lebak Bulus.
Lebak Bulus sering menjadi area atau medan pertempuran antara pejuang kemerdekaan dengan penjajah Belanda saat itu.

Kembali ke nama Ciputat, Ci yg artinya air atau sumber mata air atau danau atau lembah. Dulu katanya di bawah pasar Ciputat itu ada sumber mata air atau lembah yg cukup besar.
Sementara di daerah itu pula dan sekitarnya banyak pohon atau tumbuhan yg dinamakan Putat. Pohon itulah kemudian yg sering dijadikan lalapan oleh masyarakat waktu itu.

Ciputat dari letak geografis,saat ini berada diantara 3 provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dari letak itu,makanya Ciputat itu bisa dikatakan tanah tak bertuan, tidak diakui oleh DKI Jakarta, tidak diakui juga oleh Jawa Barat dan juga oleh Banten. Oleh sebab itu pembangunan Ciputat keliatannya sangat lamban dan tidak terurus dengan baik.

Pada 29 Oktober 2008 melalui sidang paripurna pembentukan Kota Tangerang Selatan di DPR dengan mengesahkan Undang-Undang No. 51 Tahun 2008. Sejak itulah kemudian Ciputat resmi menjadi bagian dari kota Tangerang Selatan, walaupun sampai sekarang masih banyak orang yang hanya tahu Ciputat masih menjadi bagian dari DKI Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan.

Masjid Agung Al Jihad yang merupakan salah satu bangunan terlama yang ada di Ciputat, yang berlokasi di Jalan H.Usman no.1 Ciputat Tangerang Selatan ini, disebut menjadi saksi bisu penyebaran Islam dan perlawanan pejuang terhadap penjajahan Belanda.

Masjid yang dibangun di atas lahan sekira 1 haktare ini dulu tidak semegah dan seluas saat ini.
Berdasarkan rangkuman data yang diperoleh merahputih.com, masjid yang dibangun pada tahun 1940 an ini, pada mulanya hanya mushalla kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk. Mushalla itu dibangun seorang tuan tanah keturunan arab, Tuan Salim yang telah menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa.

Disebutkan rumah ibadah itu merupakan yang pertama di ciputat yang di wakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim di kawasan tersebut. Seiring perjalanan waktu, penduduk muslim Ciputat kian berkembang, sehingga mushalla itu mengalami perubahan fisik bangunan dan dijadikan masjid pertama di kawasan Ciputat.

Menurut catatan, Pada awal berdiri masjid Agung Al-Jihad sangat akrab dengan para pejuang tempo dulu, tak hanya dijadikan sebagai tempat beribadah shalat, masjid juga kerap dijadikan lokasi berdiskusi.

Tak heran, markas veteran pejuang asal ciputat berdiri dekat dengan masjid. Tepat berada di depan kantor pos Ciputat. Di sekitar area masjid juga ada sebuah tugu nasional yang didirikan para pejuang. Sayangnya, tugu itu telah dihancurkan pada saat berkecamuk pemberontakan G 30 PKI.

Pada tahun 1970 an masjid Agung Al-Jihad mengalami renovasi permanen hingga terlihat kokoh dengan bahan bangunan modern. Dominan berwarna hijau dengan ukiran kaligrafi islam di dinding, masjid Al-Jihad kini menjadi salah satu masjid megah di Tangerang Selatan.

Sebagai salah satu pusat kajian islam di Ciputat, Masjid juga kerap disinggahi para ulama besar masa lalu. Begitu juga masjid Al-jihad. Rumah ibadah muslim yang berloksi tak jauh dari pasar ciputat ini, kerap dikunjungi Buya Hamka, untuk sekadar mengisi pengajian dan memberikan kontribusi bagi pembangunan masjid.

Demikian sekilas sedikit informasi tentang asal usul Ciputat, dan sekarang penulis dapat mengatakan kalau Ciputat sekarang menjadi Ciputat Investasi karena sudah menjadi incaran para investor.

sumber http://dualapanjuli.blogspot.co.id/2015/02/asal-usul-ciputat.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.